Minuman Probiotik Halal atau Haram?

Minuman Probiotik Halal atau Haram?

Pemanfaatkan mikroba untuk memproduksi suatu produk didapat melalui bioteknologi. Fermentasi merupakan pengolahan bahan pangan dengan bantuan mikroba yang paling banyak diterapkan. Salah satunya pada Herbal Probiotik M Biopro

Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya lebih tahan lama dan memiliki cita rasa unik dan khas.

Mikroba merupakan organisme mikroskopi yang berukuran ± 1 mm dan hanya dapat dilihat dengan bantuan alat bantu seperti mikroskop.

Sedangkan produk mikrobial adalah produk yang diperoleh dengan bantuan mikroba yang dapat berupa sel mikroba itu sendiri atau berupa hasil metabolisme mikroba antara lain berupa protein, vitamin, asam organik, pelarut organik dan asam amino.

Penggunaan mikroba dan produk mikrobial untuk produk pangan banyak dilakukan dalam proses produksi makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetik.

Mikroba pangan digolongkan menjadi bakteri, kapang, dan khamir/ragi.

Bakteri yang menguntungkan (probiotik) digunakan dalam pembuatan yogurt dan keju (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus termophillus yang mengubah susu menjadi yogurt), Acetobacter xylinum mengubah air kelapa menjadi nata de coco, Kapang digunakan dalam pembuatan tempe, oncom, tauco dan kecap (Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae yang mengubah kedelai menjadi tempe), Khamir/ragi digunakan dalam pembuatan tape, roti dan minuman beralkohol/khamr (jamur Saccharomyces cereviseae yang mengubah beras menjadi tape ketan).

Berdasarkan fatwa MUI No 01 Tahun 2010 tentang Penggunaan Mikroba dan Produk Mikrobial dalam Produk Pangan, diantaranya menyebutkan bahwa mikroba pada dasarnya halal selama tidak membahayakan dan terkena barang najis. Maka mikroba yang tumbuh pada media pertumbuhan yang suci maka hukumnya halal.

Dari contoh yang telah disebutkan sebelumnya maka sudah jelas bahwa produk mikrobial yang sudah pasti tidak halal adalah minuman beralkohol/khamr (etanol, metanol, asetaldehida dan etil asetat) yang dibuat secara fermentasi dengan rekayasa atau bantuan jamur/ragi dari berbagai bahan baku nabati yang mengandung karbohidrat misalnya anggur, apel, beras, kentang, gandum dan lain-lain.

Media yang digunakan pada umumnya mengandung sumber karbon dan nitrogen. Salah satu sumber karbon dan nitrogen ini adalah darah.

Sumber lain adalah gliserol, minyak, pati, whey, gelatin, protein hidrolisat yang dapat diperoleh dari babi atau hewan lain yang disembelih tidak dengan syar’i yang status hukumnya haram.

Khamir/ragi dapat menghasilkan enzim tertentu yang bermanfaat untuk mengubah produk pangan. Enzim ini didapat dengan cara mengisolasi dari bahan bakunya misalnya enzim papain dari pepaya atau dari organ dalam hewan misalnya pankreas, lambung atau usus halus. Inilah yang menjadi titik kritis kehalalan enzim apabila didapat dari hewan yang tidak disembelih dengan syar’i atau babi maka enzim tersebut bersifat haram.

herbal probiotik m biopro

Nah, sekarang kita bisa menjadikan artikel ini bahan pemahaman tentang halal haram minuman probiotik. Kesimpulannya adalah jika hasil fermentasinya adalah khamr maka haram, karena memabukan. Dan jika dibuat dengan media yang haram seperti mengandung babi dan darah maka juga haram.

Sedangkan M-BioPro sendiri adalah fermentasi probiotik yang dibuat dari bahan-bahan herbal organic yaitu Air kelapa, sarang semut, akar papaya, daun ketepeng, madu, propolis. Mikroba menggunakan Lactobacillus dan bifidobacterium.
Hasil fermentasinya adalah asam laktat.

Semoga bermanfaat dan silahkan dikaji bersama.. 😊

Wallahu A’lam Bisshawab


 

Untuk konsultasi dan pemesanan Herbal Probiotik M Biopro, silahkan kontak WA kami :

chat whatsApp